Bimbingan Dan Konseling Dimasa Pandemi Covid-19

 BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MASA PANDEMI

Oleh : MUKHLIS TANJUNG (0102173151)



Pendahuluan

Bimbingan dan konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan konseli baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka untuk membantu konseli agar dapat mengembangkan potensi dirinya ataupun memecahkan masalah permasalahan yang di alaminya. Kebutuhan akan bimbingan dan konseling sangat dipengaruhi oleh faktor filosofis, psikologis sosial budaya, ilmu pengetahuan dan tekhnologi, demokratis dalam pendidikan, serta perluasan program pendidikan. Pada dasarnya, bimbingan merupakan upaya pembimbing untuk membantu mengoptimalkan individu.

Pendidikan merupakan usaha sadar yang terencana, terprogram dan berkesinambungan membantu peserta didik mengembangkan kemampuannya secara optimal, baik aspek kognitif, aspek afektif maupun aspek psikomotorik dalam segala aspek kehidupan (Drost, 2001). Salah satu upaya pendidikan adalah pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah yang memandirikan. Salah satu layanan yang memilki potensi besar adalah layanan bimbingan kelompok. Gazda dalam Prayitno (2004) menyatakan bahwa bimbingan kelompok merupakan kegiatan informasi kepada sekelompok siswa untuk membantu mereka menyusun rencana dan keputusan yang tepat. Dengan kata lain bimbingan kelompok membantu dalam memperkaya persepsi, wawasan, perasaan dan pikiran anggota.

Wabah Covid-19 ditetapkan sebagai Pandemi Global dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan status darurat Nasional. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah melakukan upaya preventif guna mencegah dan meminimalkan penyebaran virus tersebut. Kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia yaitu dengan menerapkan social distancing atau menjaga jarak dan Work From Home (WFH) baik pegawai negeri maupun swasta sejak Maret lalu. Kebijakan ini mempunyai beberapa implikasi pada berbagai bidang, tidak terkecuali bidang pendidikan.




Pembahasan

Pandemi Covid-19 memaksa kebijakan social distancing atau di Indonesia lebih dikenalkan sebagai physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk meminimalkan persebaran Covid-19. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim merespon dengan kebijakan belajar dari rumah, melalui pembelajaran daring. Padahal, interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran sangatlah penting hal ini bertujuan untuk mengetahui kemajuan proses belajar siswa. Dengan adanya proses pembelajaran daring sesuai intruksi mentri pendidikan, maka guru harus benar benar memerhatikan belajar siswa yang dilakukan secara online. Hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR)  serius untuk guru bimbingan konseling (BK) agar tetap memotivasi anak didik untuk tetap belajar dirumah dalam masa pandemi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim merespon dengan kebijakan belajar dari rumah melalui pembelajaran daring. Padahal, interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran sangat penting untuk mengetahui kemajuan proses belajar siswa. Hal ini menjadi tantangan bagi guru agar berinovasi dalam proses pembelajaran secara daring, tak terkecuali guru BK. Guru BK dituntut untuk tetap melakukan konseling walaupun tidak dengan face to face seperti yang biasanya dilakukan. Lalu media apa saja yang mungkin dapat digunakan guru Bimbingan dan Konseling selama pandemi covid19? Guru Bimbingan dan Konseling dalam memberikan layanan kepada siswa binaannya dengan menggunakan inovasi baru sesuai dengan era revolusi industri 4.0 dan tidak mengesampingkan protokol kesehatan. Media yang pertama yaitu menggunakan media Whatsapp. Media ini dapat dipergunakan dalam memberikan layanan bimbingan kelompok kepada peserta didik atau konseli dengan mudah tanpa dibatasi ruang dan waktu. Begitu juga buat para orang tua siswa yang sibuk bekerja bisa mendapatkan layanan ini dan bisa dijangkau dimanapun mereka berada.


Kesimpulan

Pada sudut pandang ini bimbingan dapat dijadikan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungannya baik itu di sekolah, keluarga dan masyarakat atau dikehidupan pada umumnya. Pemberian bimbingan juga dapat membantu mereka mencapai tugas-tugas perkembangan secara optimal dan membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Media adalah suatu peralatan yang dapat dipakai dimanfatkan untuk merangsang perkembangan dari berbagai aspek baik itu fisik, motorik sosial, emosi, kognitif, kreatifitas dan bahasa sehingga mampu mendorong dan memudahkan terjadinya proses belajar mengajar. Sehinga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima baik oleh penerima pesan melalui media yang digunakan. Dalam melaksanakan proses layanan bimbingan dan konseling dimasa covid 19 sangat membutuhkan media sehinga dapat membantu dan mempermudah para konselor dalam pelaksanaan layanan bimbingan konseling.


Komentar

Posting Komentar